Perbedaan Saham dan Reksa Dana, Sebelum Investasi Harus Ngerti

Investasi memang sangatlah penting apalagi di masa seperti ini yang mengalami pertumbuhan inflasi dengan sangat cepat.

Dengan memiliki investasi, uang dan harta yang kita punya tidak akan tergerus oleh inflasi dengan cepat dan begitu saja.

Investasi juga bisa memberikan keuntungan berupa bunga atau return. Ada pula pilihan populer untuk produk investasi adalah saham atau reksadana.

Namun, belum banyak orang maupun investor pemula yang tahu apa perbedaan dari kedua instrument investasi ini.

Nah, untuk kalian yang baru ingin menjadi seorang investor, di bawah ini kami akan memberikan perbedaan Saham dan Reksa Dana yang perlu kalian tahu sebelum terjun lebih dalam.

Perbedaan Saham dan Reksa Dana

Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang diperjualbelikan melalu Bursa Efek Indonesia.

Pemilik saham nantinya akan menerima dividen yang akan dibayarkan di setiap kuartal tertentu. Saham juga bisa memberikan keuntungan yang cukup besar jika kalian menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga beli kalian sebelumnya.

Namun, sebelum menjual beli saham, kalian harus memiliki rekening sekuritas terlebih dahulu. Kalian bisa membukanya di berbagai macam perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia.

Kalian juga bebas membeli saham perusahaan apapun namun harus dengan strategi yang bagus dengan melakukan analisa.

Biasanya, investasi saham untuk jangka panjang dilakukan lebih dari 10 tahun untuk mendapat keuntungan maksimal. Sedangkan investasi jangka pendek bisa dilakukan selama beberapa hari atau minggu saja untuk mendapatkan keuntungan yang cepat.

Saat menerima bunga atau keuntungan di saham, kalian tak perlu membayar biaya layanan manajer investasi dan hanya perlu mengalokasikan dana untuk membayar biaya trading.

Besaran biaya ini bervariasi tergantung sekuritas dimana kalian membuka rekening. Bunga yang kalian dapat juga bisa lebih tinggi karena kalian bisa menentukan sendiri saham yang ingin kalian beli.

Namun, saham memiliki tingkat risiko yang tinggi, apalagi untuk kalian para investor pemula yang belum terlalu paham bagaimana cara menganalisa secara fundamental atau teknikal. Saham biasanya hanya memerlukan wakti sekitar 2 hari untuk proses pencairan dana.

Sedangkan reksadana merupakan produk investasi yang di dalamnya bisa berupa saham, obligasi, atau deposito yang dikelola oleh manajer investasi.

Produk investasi ini nantinya juga akan diinvestasikan ked alam portofolio efek kalian dalam bentuk surat berharga.

Manajer investasi sendiri merupakan orang yang akan mengelola portofolio kalian itu dan bertanggung jawan dalam memutuskan produk investasi apa yang akan dibeli dan bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana tersebut.

Pada reksadana, terdapat biaya pengelolaan dan potongan biaya oprasional saat melakukan penarikan dana.

Namun, tingkat risiko reksadana lebih rendah karena dana kalian akan dikelola oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman dalam proses pengelolaan investasi.

Reksadana biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 hari karena perlu melalui proses manajer investasi terlebih dulu.

Jika kalian masih awam dan takut untuk memulai investasi di saham, tak ada salahnya kalian mencoba untuk membeli reksadana terlebih dulu karena risiko kerugiannya masih rendah.

Namun, jika kalian sudah mengerti tentang analisa saham, maka kalian boleh langsung mencoba berinvestasi saham.

Itulah perbedaan antara saham dan reksa dana yang perlu kalian ketahui. Sesuaikanlah kegiatan investasi kalian dengan kapasitas diri yang kalian punya. Semoga bermanfaat.