Perbedaan Saham dan Reksa Dana, Sebelum Investasi Harus Ngerti

Investasi memang sangatlah penting apalagi di masa seperti ini yang mengalami pertumbuhan inflasi dengan sangat cepat.

Dengan memiliki investasi, uang dan harta yang kita punya tidak akan tergerus oleh inflasi dengan cepat dan begitu saja.

Investasi juga bisa memberikan keuntungan berupa bunga atau return. Ada pula pilihan populer untuk produk investasi adalah saham atau reksadana.

Namun, belum banyak orang maupun investor pemula yang tahu apa perbedaan dari kedua instrument investasi ini.

Nah, untuk kalian yang baru ingin menjadi seorang investor, di bawah ini kami akan memberikan perbedaan Saham dan Reksa Dana yang perlu kalian tahu sebelum terjun lebih dalam.

Perbedaan Saham dan Reksa Dana

Saham sendiri merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan yang diperjualbelikan melalu Bursa Efek Indonesia.

Pemilik saham nantinya akan menerima dividen yang akan dibayarkan di setiap kuartal tertentu. Saham juga bisa memberikan keuntungan yang cukup besar jika kalian menjualnya lagi dengan harga yang lebih tinggi dibanding harga beli kalian sebelumnya.

Namun, sebelum menjual beli saham, kalian harus memiliki rekening sekuritas terlebih dahulu. Kalian bisa membukanya di berbagai macam perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia.

Kalian juga bebas membeli saham perusahaan apapun namun harus dengan strategi yang bagus dengan melakukan analisa.

Biasanya, investasi saham untuk jangka panjang dilakukan lebih dari 10 tahun untuk mendapat keuntungan maksimal. Sedangkan investasi jangka pendek bisa dilakukan selama beberapa hari atau minggu saja untuk mendapatkan keuntungan yang cepat.

Saat menerima bunga atau keuntungan di saham, kalian tak perlu membayar biaya layanan manajer investasi dan hanya perlu mengalokasikan dana untuk membayar biaya trading.

Besaran biaya ini bervariasi tergantung sekuritas dimana kalian membuka rekening. Bunga yang kalian dapat juga bisa lebih tinggi karena kalian bisa menentukan sendiri saham yang ingin kalian beli.

Namun, saham memiliki tingkat risiko yang tinggi, apalagi untuk kalian para investor pemula yang belum terlalu paham bagaimana cara menganalisa secara fundamental atau teknikal. Saham biasanya hanya memerlukan wakti sekitar 2 hari untuk proses pencairan dana.

Sedangkan reksadana merupakan produk investasi yang di dalamnya bisa berupa saham, obligasi, atau deposito yang dikelola oleh manajer investasi.

Produk investasi ini nantinya juga akan diinvestasikan ked alam portofolio efek kalian dalam bentuk surat berharga.

Manajer investasi sendiri merupakan orang yang akan mengelola portofolio kalian itu dan bertanggung jawan dalam memutuskan produk investasi apa yang akan dibeli dan bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana tersebut.

Pada reksadana, terdapat biaya pengelolaan dan potongan biaya oprasional saat melakukan penarikan dana.

Namun, tingkat risiko reksadana lebih rendah karena dana kalian akan dikelola oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman dalam proses pengelolaan investasi.

Reksadana biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 hari karena perlu melalui proses manajer investasi terlebih dulu.

Jika kalian masih awam dan takut untuk memulai investasi di saham, tak ada salahnya kalian mencoba untuk membeli reksadana terlebih dulu karena risiko kerugiannya masih rendah.

Namun, jika kalian sudah mengerti tentang analisa saham, maka kalian boleh langsung mencoba berinvestasi saham.

Itulah perbedaan antara saham dan reksa dana yang perlu kalian ketahui. Sesuaikanlah kegiatan investasi kalian dengan kapasitas diri yang kalian punya. Semoga bermanfaat.

MENGENAL JENIS – JENIS SAHAM

Siapa yang tidak tahu deefinisi saham secara teoritis ? Saham merupakan tanda bukti kepemilikan perusahaan. Saham juga adalah suatu bentuk investasi yang sangat menjanjikan, selain daripada itu semua orang bisa memiliki saham dan menabung nya. Saham merupakan sebuah investasi yang menjanjikan yang bisa merubah hidup seseorang menjadi lebih baik di masa yang akan datang. Akan tetapi bermain dengan saham tidak mudah seperti membalikan telapak tangan loh fellas, ada banyak aturan main yang harus di patuhi oleh para pemegang saham, apalagi seorang pemula yang ingin masuk ke dunia saham harus lah mempunyai pengetahuan tentang apa itu saham dan jenis lainnya. Terutama dalam mendefinisikan arti saham yang sebenarnya, maka dari itu, artikel ini kan membahas tentang jenis – jenis saham yang ada. Langsung saja kita ulas yuk , check this out !

A. Jenis – jenis Saham dari Sektor Kemampuan dalam Hak Tagih

  • Saham biasa : Saham biasa memiliki karakterisik yang bisa melakukan sebuah kleim kepemilikan ke semua penghasilan dan juga ke dalam aktiva yang perusahaan miliki. Dengan itu, para pemegang saham dalam janis yang ini cuma mempunyai kewajiban yang begitu sangat terbatas. Keuntungan nya yaitu jika terjadi risiko yang sangat atau yang paling buruk, contoh nya perusahaan tiba – tiba bangkrut, kerugian yang di tanggung oleh para pemegang saham adalah sebesar jumlah investasi yang ada pada saham itu sendiri.
  • Saham preferen : Saham yang satu ini di buat sebagai penggabungan antara saham biasa dan juga dengan obligasi atau surat penting. Segelintir sang investor sagat menyukai saham yang bisa memberikan keuntungan atau pendapatan yang tetap. Secara umumnya, karakter saham preferen ini sama saja dengan saham biasa yang bisa menjadikan perwakilan atas kepemilikan ekuitas dan di terbitkan tanpa ada nya tanggal jatuh tempo, dan membayar deviden. Seornag pemegang saham ini bisa melakukan kleim atas keuntungan dan juga aktiva yang sebelum nya, deviden nya tetap selama masa berlaku daripada saham tersebut, dan mempunyai hak tebus dan juga bisa di tukarkan dengan saham yang biasa fellas, hal ini lah yang membuat saham preferen sangat mirip dengan obligasi atau surat penting, dan juga saham preferen ini sangat di minati oleh banyak calon investor.

B. Jenis –  jenis Saham dari sudut cara Peralihan nya

  • Bearer Stocks : Di lihat dari segi fisik, saham ini tidak menuliskan nama dari sang pemilik nya. Hal ini memiliki tujuan yaitusupaya mudah untuk di pindah tangan kan dari seorang investor kepada investor yang lainnya. Banyak s=investor yang mempunyai saham ini, dengan memiliki tujuan yaitu untuk di perdagang kan. Para inverstor tak perlu merasa khawatir kerana secara aspek hukum siapa saja yang memegang saham tersebut, maka dia lah yang di akui sebai pemilih saham dan memiliki hal untuk turut serta dalam RUPS.
  • Registered Stocks : Saham ini adlah kebalikan dari bearer stocks, pada sahan yang memiliki nama pemegang saham nya tertulis sangat jelas nama tersebut di dalam kertas saham, dan juga cara peralihannya juga haruslah melewati prosedur – prosedur tententu, tidak bisa sembarangan.

Nah itu lah jenis – jenis saham dengan definisi nya masing – masing. Bagi kamu seorang pemula, akan lebih baiknya kamu mengetahui dulu apa itu saham dan kenali jenis – jenis nya. Good Luck !

SAHAM HARI INI ( 5 JANUARI 2021 )

Rekomendasi saham – saham dan jga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan per hari ini, selasa tanggal 5 januari 2021. Jakarta, 2020 Indeks Harga Saham Gabungan di perkirakan memiliki kemampuan untuk lanjut dalam penguatan pada perdagangan hari selasa tanggal 5 januari tahun 2021. Di kutip dari data bloomberg, Indeks Harga Saham Gabungan di tutup menguat pada angka 125, 82 atau 2,1 % ke level angka  6.105 pada akhir perdagangan hari senin tanggal 4 januari tahun 2021. Indeks sempat diover dari zona hijau pada awal perdagangan sebelum sesi pertama di tutup dengan kenaikan di angkta 1 %. William surya ijaya , seorang presdir dari PT.indosurya berinar sekuritas mengatakan bahwa pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan tampak sedang berusaha untuk out dari penguatan wajar. Jika  Indeks Harga Saham Gabungan dapat bergerak rentang penguatan ke arah yang baik, maka peluang kenaikan jangka yang pendek masi bisa terbuka. Per hari ini 5 januari 2021 masih lah terlihat peluang kenaikan dalam pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan, hal ini pula di kuatkan oleh kuat nya fundamental ekonomi negara indonesia yang tampak dari data ekonomi yang sudah di kabarkan. Badan pusat statistis mengungkapkan indeks harga konsumen di bulan desember pada tahun 2020 silam bahwa mengalai inflasi 0,45 %. Sementara itu untuk sejauh year to date dan juga tahunan mendapati inflasi 1,68 %. Badan pusat statistik juga melaporkan bahwa  Indeks Harga Saham Gabungan menyanggupi pergerakan di angka 5921 sampai dengan 6123. Badan pusat statistis juga merekomendasikan saham yang menjadi pilihannya seperti CTRA, TLKM, AALI, AKRA, BBNI, ERAA dan BBCA.

Lanjar Nafi, yang merupakan head of research sekuritas mengutarakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan memiliki potensi untuk lanjut enguatan pada hari seasa tanggal 5 januari tahun 2021 setelah melewati rebound di lev suport MA 20. Terlihat dari indeks, MACD dan jyga stochastic, pada saat ini masilah memberi sinyal konsolidasi yang mana terbatas nya penguatan. “Kami perkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6.044-6.144,” ujar Lanjar Nafi.

Kemudia, reliance sekuritas pun memberi rekomendasi saham yang bisa di pelajari seperti ADHI, MAPI, ACES, DOID, MAIN, JPFA, ADRO, BBTN, BRPT, BDBN, ASRI, AKRA dan BBNI. Lalu ada juga penguatan Indeks Harga Saham Gabungan pada tahun ini (awal perdagangan ) di dukung oleh saham dari sektor pertambangan yang naik di level 3,96 %, sektor infrasturuktur 3,63 % dan juga sektor pertanian yang naik di angka 3,90 %.

Para inverstor terlihat optimis kembali dengan lanskap indonesia batery holding yang akan di buat pada tahun 2021 ini, kemudian saham produsen nikell ikut maju yang seperti ANTM yang naik di angka 13, 18 % dan Inco naik di angka 7,84 % . Lalu, isu merger tri dan juga indosat bergerak dalam kenaikan price sama ISAT yang terapresiasi senilai hampir 15 %. institutional research mnc berkata bahwa perdagangan hari senin tanggal 4 januari 2021 , Indeks Harga Saham Gabungan di tutup menguat ke angka 2,1 % ke lev 6.104. Indeks Harga Saham Gabungan sendiri adalah indeks padar saham yang biasa di gunakan pada BEI , saham sendiri adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan.

SAHAM HARI INI

Seperti yang kita ketahui , saham adalah bukti kepemilikan nilai yang ada di sebuah perusahaan. Saham pun di jual melewati pasar sekunder dan pasar primer. Saham juga bisa di definisikan dengan artian lain yaitu sebuah tanda pelibatan modal seseorang atau perusahaan. Selanjut nya terdapat indeks harga saham gabungan atau IHSG yang adalah salah satu indeks pasar saham yang di pakai oleh bursa efek indonesia. Siapa yang tidak ingin memiliki saham dengan harga yang seimbang dan bisa menjamin kita dalam aspek masa depan ? Nah dalam investasi saham ita juga harus pintar – pintar memantau harga saham per hari nya, dan juga keseimbangan saham itu sendiri.  Menutur saham hari ini adalah indeks harga saham gabungan masih dalam membidik ke dalam level resistance , nah berikut adalah rekomendasi saham – saham pada hari ini (28 desember 2020).

indeks harga saham gabungan pada tanggal 28 desember 2020 hari ini masih lah menguat dengan di tutup 0,24 persen pada level 6,9 pada 23 – 12 – 2020. nafan aji seorang analis bina artha sekuritas berujar bahwa pergerakan indeks harga saham gabungan hari ini 28 desember 2020 yang berlandaskan indeks Moving Average Convergence Divergence atau macd masih lah menyiratkan sinyal yang positif, selain itu Indeks Kekuatan Relatif dan stochastic beralih ke bawah dalam area yang netral.

Maka dari itu indeks harga saham gabunan pada 28 desember 2020 hari ini memiliki peluang ke dalam resistance yang terdekat. Menutur dari analis Nafan, di dasarkan oleh rasio fibonacci, dalam reesistance dan suport, ada di angka 5.900 sampai dengan 6.157. Nah ada pula rekomendasi saham yang bisa jadi pertimbangan sorang investor, yakni :

1.  Akra, mobilitas harga saham ini adalah pada penumpukan beli dalam level 3,110 sampai dengan 3.240 dengan memiliki target yang memiliki tahap pada level 3.360, 3.440, dan juga 3.770. Lalu memiliki suport dalam level 3.110, dan juga 2.970. Lalu saham ara di tutup pada 3.240

2.  Asii, mobilitas harga saham ini adalah pada penumpukan beli dalam level 5.950 sampai dengan 6000, dengan memiliki target yang memiliki tahap pada level 6.175 dan juga 6800. Dan juga memiliki suport pada angka 5.850 dan juga 5.550. Asii di tutup pada angka 6000 rupiah

3. Bbri, mobilitas harga saham ini adalah masih bertahan pada garis bawah dari bolinger dan juga tampak pola spining top candle yang menerangkan ada nya kesanggupan dorongan untuk beli. Rekomendari bbri adalah pengumpulan beli pada level angka 4.010 sampai dengan 4.160 dengan memiliki target yang memiliki tahapan pada level 4.230, 4.640 dan juga 4.760. Selain itu memiliki suport di angka 4.010 dan juga 3.820. Saham bbri sendiri di tutup pada angka 4.160

4. Bnga , mobilitas harga saham ini adalah masih bertahan pada garis tengah dari bolinger dan juga tampak pola spining top candle yang menerangkan ada nya kesanggupan orongan untuk beli. Rekomendasi bnga adalah pengumpulan beli pada angka 965 sampai dengan 1.005 dengan memiliki target yang memiliki tahapan pada level 1.030, 1.060 dan juga 1.185. Selain itu, memiliki suport di angka 935 rupiah dan saham bnga sendiri di rurup pada level 1.005 rupiah.

Itu lah kabar saham hari ini, kamu akan membeli saham yang mana ?

Mau Investasi? Yuk Koleksi Saham Bank Terbaik Ini

Ada banyak sekali sektor saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Dan ada banyak pula investor yang teolah menabung di dalam pasar saham BEI.

Saham yang dipegang untuk jangka panjang biasanya berguna sebagai tabungan di hari tua nanti yang tidak tergerus inflasi.

Seperti yang kita ketahui, jika menyimpan uang dalam bentuk tabungan biasa, maka uang tersebut tidak akan berkembang malah cenderung menurun nilainya karena inflasi.

Inflasi sendiri merupakan kenaikan harga barang atau jasa di suatu negara dalam jangka waktu yang panjang atau berkelanjutan.

Misalnya jika saat ini 100.000 bisa untuk makan selama 4 hari, mungkin 5 tahun lagi 100.000 hanya bisa digunakan untuk makan sehari saja.

Inilah yang membuat para investor menabung di saham yang cenderung mengikuti naik turunnya suatu barang atau jasa.

Mereka para investor biasanya memilih saham dengan kemungkinan naik yang lebih besar dibandingkan kemungkinan turun.

Saham-saham yang bagus ini biasanya memiliki sebutan bluechip. Lalu, apa saja sih saham bluechip yang kami maksud sejak tadi?

1.BBCA

BBCA

BBCA merupakan kode saham dari bank BCA. Seperti yang kita ketahui, bank BCA merupakan bank dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia. Artinya, saham ini merupakan saham terbesar di bursa.

Memiliki saham dengan nilai kapitalisasi terbesar bukanlah tanpa alasan. Ini merupakan salah satu reward dari para investor kepada saham BCA karena kinerjanya yang sangat baik.

BCA sendiri merupakan bank terbaik di Indonesia saat ini yang memiliki kemampuan menghasilkan profit terbaik.

Bank ini bukanlah bank dengan asset terbesar seperti bank Mandiri ataupun bank dengan profit terbesar di Indonesia seperti Bank BRI. Namun, BCA memiliki kemampuan memberikan profit terbaik untuk para pemegang sahamnya.

Bahkan, rasio antara asset dengan profit BCA merupakan yang terbaik dimana hal ini berarti bank BCA dikelola paling efisien dari sisi profitabilitas dan juga kualitas pinjaman (non performing loan rendah).

2.UNVR

UNVR

UNVR merupakan kode saham dari Unilever Indonesia, sebuah perusahaan consumer goods terbesar dan terbaik yang ada di Indonesia.

Unilever juga memiliki beberapa merk kuat dan yang terkenal bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia seperti Rinso, Rexona, Royco, dan masih banyak lagi.

Dengan pertumbuhan populasi penduduk Indonesia yang besar serta diprediksi aka nada bonus demografi dalam beberapa tahun kedepan, maka pasar Indonesia sangat berpotensi untuk produk konsumsi yang dijual oleh Unilever dengan produk berbrand kuat yang dominan di pasar dan bisa menentukan harga.

Dengan kekuatan brand serta penguasaan pasar inilah Unilever Indonesia mencerminkan perusahaan dengan kinerja keuangan yang sangat efisien.

3.BBRI

BBRI

BBRI merupakan kode saham dari bank BRI, bank dengan profit terbesar di Indonesia. Bank ini berfokus pada kredit usaha mikro, kecil, dan menengah yang mayoritas pasar pinjamannya berada di Indonesia.

Usia bank ini lebih dari 100 tahun sehingga membuat perusahaan memiliki pengalaman panjang serta kemampuan manajemen kredit UMKM yang sangat mumpuni serta sulit dilawan oleh kompetitor.

Pertumbuhan kredit bank ini juga sangat konsisten dan cenderung paling tinggi diantara bank sekelasnya serta selalu lebih tinggi dibanding industry.

Itulah 3 saham terbaik di Indonesia yang bisa kalian koleksi untuk jangka panjang atau investasi. Semoga artikel ini dapat membantu kalian dalam memilih saham-saham yang bagus.

MENGULAS SAHAM BBNI – MEMBEDAH BBNI, APAKAH BENAR SUDAH MURAH ?

saham bbni

Bank BNI merupakan bank yang dimiliki oleh pemerintah indonesia (kepemilikan saham 60%) atau di sebut dengan perusahaan BUMN. Bank Negara Indonesia atau bank BNI adalah bank komersial paling tua di negara kita ini, indonesia. Bank BNI berdiri pada 5 juli 1946,  BNI memiliki wilayah operasi di berbagai negara ternama yaitu Australia, Kanada, Indonesia, Hong Kong, Tokyo, Korea Selatan, Singapura pada Pragmatic Free Spin, London, Britania Raya, New York, Amerika Serikat, Malaysia. Bank BNI meraih pendapatan per 2017 sebesar 48,18 triliun, Laba operasi per 2018 19,59 triliun, Laba bersih per 2018 sebesar 15,09 triliun, Total aset per 2018 sebanyak 808,57 triliun dan Total ekuitas per 2018 sebanyak 110,37 triliun. BNI sendiri memiliki jeni pelayanan yang banyak seperti simpanan, pinjaman dan kartu kredit. Dalam simpanan terdapat layanan BNI Taplus, BNI Taplus bisnis, BNI taplus muda, BNI taplus anak, BNI haji, BNI tapenas, SNI simpanan pelajar, Tabunganku, BNI deposito, Jasa – jasa, dan bancaasurance. Di jenis layanan pinjaman terdapat layanan BNI griya, BNI flei, BNI griya multiguna, BNI instant, BNI dflexi pensiun, dan dalam jenis layanan kartu kredit terdapat layanan kartu reguler, co-branding card,corporate card, business card, dan affinity card.

Dalam masa pandemi ini, sektor ekonomi mulai tidak stabil, dam membuat harga – harga saham menjadi tidak menentu. IHSG sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir ini, akibat nya saham – saham bluechip menurun. BBNI merupakan salah satu saham yang menjadi turun akibat pandemi covid 19 ini, saham bank bni ini yang di tutup pada Rp. 4.150 pada tanggal 14 april 2020. Penurunan harga yang tajam dalam waktu yang tidak lama itu di rasa sangat berlebihan.

bisa di lihat di indikator stochastic per minggu yang ada di bawah 20 atau over sold dan juga sama hal nya pada periode per bulan. Untuk jangka panjang BBNI , kekuatan nya yang paling dekat ada di level 4.850 per saham nya, jika hal nya itu tersebut bisa di lalui oleh BBNI, maka saham tersebut bisa melampau hingga 6.000 sampai dengan 6.150 per lembar saham. Dan bisa lebih daripada itu, bila peluang 6.800 sampai 7.000 bisa terbuka kalau BBNI bisa memintasi 6.150 per lembar saham.

Nah bila pandemi ini selesai, ada peluang untuk ekonomi global pulih kembali, dan para investor tidak perlu khawatir dengan kondisi pasar saham , karena semua akan kembali baik – baik saja seperti semula. Pada saat ini, nilai buku pada BBN ada di level harga 6.570, sehingga harga saham di hari – hari nya mereflesikan di level 0,63 x PBV. Walau terhadang dengan pandemi COVID 19 ini, bank BNI tetap menjadi yang terbaik di negeri ini, pasal nya kinerja bank BNI membuahkan kinerja yang baik hingga bulan februari tahun 2020, hal ini di lhat dari kenaikan laba bersih, dana pihak 3 dan juga kredit. Kenaikan laba berih saham bank BNI ditumbuhkan oleh NII menjadi 5,92 T pada bulan feb 2020. Lalu dalam hal pendapatanan komisi dan administrasi tetaplah kuat di angka 1,44 T. Kenaikan aset bank pun di dorong dengan meningkatnya saluran kredit dan juga dana pihak ke 3.

APA SAJA INVESTASI JANGKA PENDEK ?

Siapa yang tak ingin memiliki masa depan yang terjamin. Setiap orang tentunya memiliki impian agar masa dengan nya bisa terjamin , hal yang paling sederhana nya untuk diri sendiri dan lanjut untuk masa depan keluarga. Jaman sekarang yang modern ini, sudah banyak hal yang bisa di lakukan guna meningkatkan kualitas hidup adar mutu dan prospek kedepannya terjamin dengan baik. Memang, salah satunya dengan berinvestasi. Sebelumnya apa sih itu investasi ? Investasi merupakan penanaman aset yang dilakukan oleh sesorang atau oleh sebuah perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk menjamin masa depan yang gemilang. Secara teori, investasi terbagi menjadi dua, yakni investasi jangka panjang dan inverstasi jangka pendek. Artikel kali ini akan membahas apa saja sih investasi jangka pendek itu ? tetapi sebelum itu kita haru bisa memahami apa itu pengertian atau definisi dari investasi jangka pendek sendiri.

Investasi jangka pendek merupakan sebuah investasi yang memiliki sifat semantara, dan juga umumnya bisa di tarik lagi dalam jangka waktu yang sebentar, naum secara kata yang lbih sederhana nya lagi, investasi ini tidak memiliki acuan pada jangka panjang, sehingga bisa cair kapan pun sang investor itu sendiri mau. Nah untuk siapa saja yang berkeinginan untuk memutar uang dan bertujuan untuk mendapatkan untung atau laba yang besar, investasi jangka panjang lah yang sangat bagus untuk di pilih. Khususnya untuk para pemula atau anak muda yang berkeinginan untuk belajar dan menuangkan keinginannya daman berinvestasi,bisa juga mencoba investasi jangka pendek ini.

Berikut adalah jenis – jenis invstasi jangka pendek :

Tabungan bank

Nah yang pertama adalah tabungan bank, tabungan bank ini adalah salah satu pilihan kamu untuk berinvestasi dalam waktu yang tidak panjang tetapi tetap menguntungkan. Investasi dalam bentuk ini merupakan investasi yang paling mudah dalam menginvestasikan pundi – pundi kamu. Salah satu keuntungan nya adalah kamu bisa melakukan transaksi dimana saja dan kapan pun itu dengan menggunakan mesin ATM, tetapi kamu harus tahu dan harus ingat jika invstasi ini memiliki presentase bunga yang kecil. Keuntungan yang lainnya jika kamu menabung di bank dengan bentuk invstasi adalah kamu tidak akan di tuntut untuk menyetorkan uang tetao pada setiap waktu nya, jadi setelah kamu bikin buku tabungan, kamu bisa bebas mengisi atau menarik saldo kamu kapan sajaa.

Saham

Yang kedua adalah saham. Saham secara teori merupakan bukti kepemilikan suatu perusahaan, istilahnya semakin besar kamu memiliki saham, semakin besar juga kepemilikan kamu terhadap saham tersebut. Saham sendiri di jual kepada publik lewat pasar primer dan juga pasar sekunder. Nah dalam investasi jangka pendek, pada umumnya banyak yang menggunakan trading, sistem trading ini bisa memberi kamu keuntungan dalam janga waktu beberapa jam saja, tapi kamu harus selalu on dalam mengawasi grafik pasar, akan tetapi memang keuntungannya besar , di balik itu kita juga perlu waspada karena saham memiliki tingkat resiko yang besar pula. Nah saham sendiri banyak menarik perhatian dan juga minat, karena saham bisa di jual dalam watu beberapa hari setelah kamu membeli nya.

Deposito

Selanjutnya, deposito. Deposito adalah uang yang tersimpan di dalam sebuah rekening, deposito sendiri mempunyai waktu yang uang didalamnya tidk bisa di tarik oleh nasabah, deposito hanya bisa di tarik saat jatuh tempo. Deposito ini di gunakan biasanya oleh pebisnis level menengah.

Jadi, investasi apa yang akan kamu pilih fellas ? Appalah tabungan di bank, saham atau deposito ? Pilih lah yang menurut kamu terbaik ya!v

BAGAIMANA PROSPEK SAHAM BANK MANDIRI (BMRI) SAAT VOLATILITAS PASAR MENINGGI ?

Seperti yang kita ketahui, BMRI merupakan saham dari perusahaan bank terkemuka di indonesia yaitu bank mandiri. Bank mandiri adalah bank yang merupakan perusahaan BUMN atau badan usaha milik negara. Bank mandiri sendiri adalah bank yang terbesar di negara kita ini indonesia dimana hal nya dalam aset, deposit, inversitasi, tabungan, giro dan juga pinjaman. Bank mandiri di dirikan di tanggal 2 oktober pada tahun 1998. Bank mandiri memiliki kantor pusat yang berada di jakarta pusat, nah bank mandiri juga memiliki wilayah operasi seperti di indonesia, hongkong, china, kepulauan cayman, timor timur, dan inggris. Lalu, bank mandiri juga memiliki beberapa anak perusahaan seperti bank syariah mandiri, bank mandiri europe, bank mandiri taspen, AXA mandiri, mandiri sekuritas, mandiri inhealth, mandiri capital, mandiri axa general insurance, mandiri tunas finance, mandiri utama finance, dan mandiri remitance. Bank mandiri memiliki laba bersih yang sedang naik yaitu  25,2 triliun rupiah per 2018, lalu laba operasi 33,91 triliun rupiah per 2018, AUM 5.700 triliun per 2018, total aset 1202,02 triliun per 2018, dan total ekuitas senilai 184,96 triliun rupiah per 2018.

Menghubungkan kembali dengan judul diatas, artikel kali ini akan membahas tentang analisis saham BMRI per 2020. Sebelum nya, dapat di informasikan per tanggal 2 – 12 – 2020, saham bank mandiri berkisar ke dalam Rp. 6.650.00 dan telah naik per hari ini ( rabu 2 – 12 –  2020 ) pada angka 1,92% . Lalu bagaimana dengan prospek saham PT. bank mandiri . Tbk atau juga BMRI saat volatilitas di saat pasar sedang meninggi ?

Pasal nya di dalam waktu -waktu minggu terakhir ini volatilitas pasar cukup tinggi, khususnya pada saham emitem perbankan yang membuat para investor tidak bisa tenang dalam bertransaksi pada sektor tersebut. Pada saham bank mandiri atau BMRI menjadi indeks yang menopang kenaikan dengan nilai 4,26 % dalam perdagangan hari umat tanggal 12 juni 2020 silam, dan harga saham nya tiba – tiba turun di pertengahan minggu ini. Bahkan, pada tanggal 10 – 06 – 2020, BMRI tersebut mendapatkan auto rejek bawah dengan nilai 6,91% terkoreksi, nah sekarang bagaimana dengan prospek saham pt. bank mandiri ? BMRI sendiri membuat buku pertumbuhan keuntungan sehabis pajal 9,44% rutin tahunan yang menjadi 7,92 T dalam gelombang pertama 2020. Pertumbuhan keuntungan ini juga terdorong dengan fee based income 23,95% secara (yoy) yang menjadi 7,74 T. Lalu per tanggal 31 – 03 – 2020 , pendapatan operasional juga bertumbuh sebesar 13,46%, sementara pada masalah biaya operasional menumbuh sebesar 13,26% secara year on year dan juga pada biaya cadangan kerugian penurunan nilai bertumbuh sebesar 26,19% year on yar jadi 3,4 T.

Lee Youngjun yang merupakan seorang analis aset sekuritas berujar bahwa BMRI memanglah berhati – hati dalam perhitungan pendapatan untuk bulan – bulan yang tersisa pada 2020 yang sebelumnya di akibatkan oleh pandemi virus corona. Diri nya mengatakan bahwa hasil kuartal dalam 1 tahun ini sudah cukup lebih baik dari yang sudah di perkirakan, bank mandiri akan tetap hati – hati dan menaikan harga saham dari 4.350 menjadi 4.240  , ujarnya pada selasa tanggal 9 juni 2020.

Mau Belajar Invest? Di Saham BBCA Aja!

Saham BBCA

BCA bukan hanya saham bank paling besar namun juga saham dengan kapitalisasi terbesar yang tercatat di BEI (Kode: BBCA).

Namun, sebenarnya harga saham BBCA sudah sangat premium jika diukur dari PBV yang mencapai range 4x Saham di ketiga bank besar lainnya yang memiliki PBV dibawah 3.

Jadi, saham ini merupakan saham bank dengan valuasi harga yang mahal. Bukan karena harga sahamnya mahal namun secara valuasi mahal. Kenapa?

Hal ini tak lepas dari kinerjanya yang sangat bagus dan konsisten dan lebih baik dari kinerja bank-bank lainnya.

Selain itu, bank ini juga memiliki ROA yang paling tinggi dibanding yang lain. Tingginya ROA ini menunjukkan bahwa bank ini paling efisien dalam mengelola asetnya, mencetak profit untuk para pemegang saham.

Tingginya ROA juga disebabkan karena BCA merupakan bank dengan cost of fund yang rendah berkat bunga tahapan BCA yang super kecil walaupun BCA tak pernah kekurangan likuiditas.

Di BCA, nasabah juga rajin menyimpan uangnya disana walaupun dibayar dengan bunga yang kecil kondisi yang menjadi impian para banker.

Kualitas kredit saham BBCA juga paling bagus diantara yang lain. Ini tercermin dari NPL yang konsisten rendah walaupun pertumbuhan kredit diatas rata-rata nasional.

Yuk Analisa Saham BBCA!

Saham BBCA

Jika dilihat dari harga saham BBCA 10 tahun terakhir memang mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Grafik saham BBCA menunjukka harga RP 4.225 per lembar di 8 Agustus 2009 dan pada 26 November 2020 kemarin ditutup di harga Rp 32.400 per lembarnya.

Saham ini juga termasuk saham yang defensive saat krisis. Saat 2013, 2015, dan 2020 banyak harga saham yang bertumbangan namun BBCA bisa dikatakan memiliki penurunan yang tak terlalu dalam.

Dilihat secara kepemilikkannya pada akhir Mei 2019, sesuai dengan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, saham free float BBCA adalah sebesar 45%.

Saham BBCA

Sehingga dari data yang terlihat bahwa saham yang bisa dimiliki oleh public tersebut didominasi oleh investor asing sebanyak 77%.

Jumlah investor asing terbesar merupakan investor kategori reksa dana sebesar 44%. Sedangkan untuk investor domestic pemegang saham terbesar merupakan investor yang termasuk kategori individu sebesar 31%.

Pertumbuhan

Saham BBCA

Walaupun sempat mengalami yang namanya pertumbuhan laba yang hanya 1 digit di tahun 2012 dan 2015. Namun BCA berhasil meraih kenaikan laba bersih hingga 10.85% di periode 2018 lalu.

Pertumbuhan EPS dari 10 tahun terakhir secara rata-rata adalah sebesar 16,33%. ROE bank BCA sendiri berada di atas 15% sehingga layak untuk dikoleksi dari sisi valuasinya.

Rasio PER BBCA saham secara rata-rata dalam 10 tahun terakhir memperoleh angka 18,94. Tujuan merata-ratakan ini adalah untuk mengetahui berapa kisaran PER yang wajar untuk saham BBCA dalam kisaran 10 tahun terakhir.

Penggunaan PER hanyalah salah satu dari sekian banyak metode dalam menilai mahal murahnya harga suatu saham. Jadi, jangan lupa untuk mengkombinasikannya dan jangan hanya terpaku pada nilai PER saja.

Saham BBCA

PT Bank Central Asia TBK merupakan salah satu perusahaan yang bergerak pada sektor perbankan dan telah menjadi bank swasta terbesar di Indonesia.

Keunggulan perusahaan ini salah satunya adalah kemampuan pengembangan teknologi perbankan yang cepat dan merk yang kuat sebagai bank untuk para pebisnis sbobet bola.

Proyeksi diatas hanya menggunakan asumsi PER saja, tentunya ada banyak valuasi lain yang bisa digunakan mulai dari ROE, DCF, PBV, Du Pont dan lainnya. Semoga bermanfaat.

Yuk Analisa Saham BBRI, Saham Favorit Para Investor

Saham BBRI

Saham BBRI banyak diburu dan dijadikan sebagai investasi para investor terutama di Indonesia. Sejauh ini, kinerja saham BRI memang selalu memuaskan serta memberikan return yang menarik.

Namun untuk yang belum memiliki saham ini mungkin akan bertanya apa bagusnya dan apa menariknya saham bank ini sehingga bisa menjadi saham blue chip yang diburu.

Untuk mengetahuinya, kita harus membongkar terlebih dulu kinerja bank ini dengan melakukan analisa saham BBRI.

Saham BBRI, Saham Favorit Sejuta Investor

Saham BBRI

Bank Rakyat Indonesia dikenal sebagai salah satu bank tertua di Indonesia dengan umur lebih dari 1 abad serta memiliki jaringan kantor cabang terbesar di seluruh Nusantara.

Bukan hanya besar dan tua, bank ini juga merupakan bank dengan profit tertinggi di Indonesia sejak tahun 2018. Mengalahkan bank Mandiri yang sebelumnya selalu menjadi nomor 1.

Jaringan bank ini juga sangat luas di seluruh Indonesia dan memiliki kaitan dengan focus utama usaha kecil menengah dan mikro. Data kredit BBRI juga menunjukkan adanya 70% kredit mengalir ke usaha UMKM.

Kredit UMKM menguntungkan BRI dalam hal Tahan Krisis Ekonomi, Spread Tinggi, dan Penyalur Utama Kredit KUR.

Namun, kita tentu saja kita tak bisa menjamin bahwa kinerja saham BBRI di masa lalu akan sama dengan kinerja di masa depan.

Namun, trend harga saham BBRI 10 tahun terakhir menunjukkan kinerja yang bagus dimana asetnya meningkat sebesar 300%, ekuitas meningkat 670% dan profit melompat 380%.

Disamping itu, BRI juga rajin memberikan dividen kepada pemegang sahamnya secara rutin hampir setiap tahun.

Pertanyaannya adalah bagaimana kinerja bank ini ke depannya. Apakah masih bisa mempertahankan prestasinya selama ini atau lebih baik.

Dalam laporan kuartal 1 2020, bank BRI mencatat laba sebesar RP 8 T periode Jan – Mar 2020, jumlah laba yang sama dengan periode kuartal 1 2019. Namun, sejumlah indicator keuangan mulai menunjukkan efek negative Covid-19.

1.Pertumbuhan Kredit & Restrukturisasi Kredit

Saham BBRI

Kredit merupakan jantung dari bisnis perbankan. Bukan hanya memberikan kredit, bank tidak bisa mencetak keuntungan karena bunga harus dihasilkan dari kredit yang diberikan.

Karena itulah, salah satu indicator paling utama pertumbuhan bisnis bank dan grafik saham BBRI adalah pertumbuhan kredit. Bank ini mencatat kenaikan penyaluran kredit 10% di akhir kuartal 1 2020.

Pertumbuhan ini cukup bagus. Namun tetap muncul indikasi perlambatan dari tahun ke tahun walaupun masih meningkat terlebih lagi akibat Covid-19.

Salah satu indikasi lain dari dampak Covid-19 adalah lonjakan restrukturisasi kredit di BRI pada Maret – April 2020.

Seiring melemahnya perekonomian akibat pandemic, banyak debitur yang menghadapi kesulitan membayar cicilan dan mengajukan relaksasi kredit.

Total restrukturisasi kredit BRI mencapai 100 T di akhir April 2020. Kurang lebih ada 11% dari total portofolio kredit, jumlah yang cukup signifikan.

Tingginya jumlah restrukturisasi seiring dengan pemerintah meluncurkan restruktur pinjaman KUR, sementara BRI adalah penyalur program KUR terbesar.

Untuk sementara waktu, restruktur akan memberikan nafas kepada debitur dan bagi bank tidak akan membebani NPL dan pencadangan.

2.ROE dan ROA

Saham BBRI

Apakah harga saham BBRI akan menguntungkan untuk pemegang saham dapat dilihat dari Return on Equity atau profit dibandingkan ekuitas yang berarti berapa persen bank bisa menghasilkan return / profit dibandingkan ekuitas yang pemegang saham tanamkan.

BRI memiliki ROE 19,95% di kuartal 1 2020 naik dari tahun sebelumnya di 17,86% menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan modal pemegang saham.

Selain itu, ROA menurun ke 2,99% dari 3,28 setahun sebelumnya yang menunjukkan kenaikkan asset tidak diimbangi laju kenaikan profit, mungkin salah satunya karena profit yang stagnan akibat dampak pandemic.

Namun, analisa fundamental saham BBRI menunjukkan angka ROA 2% lebih tinggi diantara bank-bank sekelasnya di Indonesia.

Itulah sedikit analisa mengenai saham BBRI yang harus kalian tahu sebelum memutuskan untuk ikut berinvestasi ke dalamnya. Semoga bermanfaat.