SAHAM HARI INI ( 5 JANUARI 2021 )

Rekomendasi saham – saham dan jga pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan per hari ini, selasa tanggal 5 januari 2021. Jakarta, 2020 Indeks Harga Saham Gabungan di perkirakan memiliki kemampuan untuk lanjut dalam penguatan pada perdagangan hari selasa tanggal 5 januari tahun 2021. Di kutip dari data bloomberg, Indeks Harga Saham Gabungan di tutup menguat pada angka 125, 82 atau 2,1 % ke level angka  6.105 pada akhir perdagangan hari senin tanggal 4 januari tahun 2021. Indeks sempat diover dari zona hijau pada awal perdagangan sebelum sesi pertama di tutup dengan kenaikan di angkta 1 %. William surya ijaya , seorang presdir dari PT.indosurya berinar sekuritas mengatakan bahwa pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan tampak sedang berusaha untuk out dari penguatan wajar. Jika  Indeks Harga Saham Gabungan dapat bergerak rentang penguatan ke arah yang baik, maka peluang kenaikan jangka yang pendek masi bisa terbuka. Per hari ini 5 januari 2021 masih lah terlihat peluang kenaikan dalam pergerakan  Indeks Harga Saham Gabungan, hal ini pula di kuatkan oleh kuat nya fundamental ekonomi negara indonesia yang tampak dari data ekonomi yang sudah di kabarkan. Badan pusat statistis mengungkapkan indeks harga konsumen di bulan desember pada tahun 2020 silam bahwa mengalai inflasi 0,45 %. Sementara itu untuk sejauh year to date dan juga tahunan mendapati inflasi 1,68 %. Badan pusat statistik juga melaporkan bahwa  Indeks Harga Saham Gabungan menyanggupi pergerakan di angka 5921 sampai dengan 6123. Badan pusat statistis juga merekomendasikan saham yang menjadi pilihannya seperti CTRA, TLKM, AALI, AKRA, BBNI, ERAA dan BBCA.

Lanjar Nafi, yang merupakan head of research sekuritas mengutarakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan memiliki potensi untuk lanjut enguatan pada hari seasa tanggal 5 januari tahun 2021 setelah melewati rebound di lev suport MA 20. Terlihat dari indeks, MACD dan jyga stochastic, pada saat ini masilah memberi sinyal konsolidasi yang mana terbatas nya penguatan. “Kami perkirakan IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support resistance 6.044-6.144,” ujar Lanjar Nafi.

Kemudia, reliance sekuritas pun memberi rekomendasi saham yang bisa di pelajari seperti ADHI, MAPI, ACES, DOID, MAIN, JPFA, ADRO, BBTN, BRPT, BDBN, ASRI, AKRA dan BBNI. Lalu ada juga penguatan Indeks Harga Saham Gabungan pada tahun ini (awal perdagangan ) di dukung oleh saham dari sektor pertambangan yang naik di level 3,96 %, sektor infrasturuktur 3,63 % dan juga sektor pertanian yang naik di angka 3,90 %.

Para inverstor terlihat optimis kembali dengan lanskap indonesia batery holding yang akan di buat pada tahun 2021 ini, kemudian saham produsen nikell ikut maju yang seperti ANTM yang naik di angka 13, 18 % dan Inco naik di angka 7,84 % . Lalu, isu merger tri dan juga indosat bergerak dalam kenaikan price sama ISAT yang terapresiasi senilai hampir 15 %. institutional research mnc berkata bahwa perdagangan hari senin tanggal 4 januari 2021 , Indeks Harga Saham Gabungan di tutup menguat ke angka 2,1 % ke lev 6.104. Indeks Harga Saham Gabungan sendiri adalah indeks padar saham yang biasa di gunakan pada BEI , saham sendiri adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan.

Yuk Analisa Saham BBRI, Saham Favorit Para Investor

Saham BBRI

Saham BBRI banyak diburu dan dijadikan sebagai investasi para investor terutama di Indonesia. Sejauh ini, kinerja saham BRI memang selalu memuaskan serta memberikan return yang menarik.

Namun untuk yang belum memiliki saham ini mungkin akan bertanya apa bagusnya dan apa menariknya saham bank ini sehingga bisa menjadi saham blue chip yang diburu.

Untuk mengetahuinya, kita harus membongkar terlebih dulu kinerja bank ini dengan melakukan analisa saham BBRI.

Saham BBRI, Saham Favorit Sejuta Investor

Saham BBRI

Bank Rakyat Indonesia dikenal sebagai salah satu bank tertua di Indonesia dengan umur lebih dari 1 abad serta memiliki jaringan kantor cabang terbesar di seluruh Nusantara.

Bukan hanya besar dan tua, bank ini juga merupakan bank dengan profit tertinggi di Indonesia sejak tahun 2018. Mengalahkan bank Mandiri yang sebelumnya selalu menjadi nomor 1.

Jaringan bank ini juga sangat luas di seluruh Indonesia dan memiliki kaitan dengan focus utama usaha kecil menengah dan mikro. Data kredit BBRI juga menunjukkan adanya 70% kredit mengalir ke usaha UMKM.

Kredit UMKM menguntungkan BRI dalam hal Tahan Krisis Ekonomi, Spread Tinggi, dan Penyalur Utama Kredit KUR.

Namun, kita tentu saja kita tak bisa menjamin bahwa kinerja saham BBRI di masa lalu akan sama dengan kinerja di masa depan.

Namun, trend harga saham BBRI 10 tahun terakhir menunjukkan kinerja yang bagus dimana asetnya meningkat sebesar 300%, ekuitas meningkat 670% dan profit melompat 380%.

Disamping itu, BRI juga rajin memberikan dividen kepada pemegang sahamnya secara rutin hampir setiap tahun.

Pertanyaannya adalah bagaimana kinerja bank ini ke depannya. Apakah masih bisa mempertahankan prestasinya selama ini atau lebih baik.

Dalam laporan kuartal 1 2020, bank BRI mencatat laba sebesar RP 8 T periode Jan – Mar 2020, jumlah laba yang sama dengan periode kuartal 1 2019. Namun, sejumlah indicator keuangan mulai menunjukkan efek negative Covid-19.

1.Pertumbuhan Kredit & Restrukturisasi Kredit

Saham BBRI

Kredit merupakan jantung dari bisnis perbankan. Bukan hanya memberikan kredit, bank tidak bisa mencetak keuntungan karena bunga harus dihasilkan dari kredit yang diberikan.

Karena itulah, salah satu indicator paling utama pertumbuhan bisnis bank dan grafik saham BBRI adalah pertumbuhan kredit. Bank ini mencatat kenaikan penyaluran kredit 10% di akhir kuartal 1 2020.

Pertumbuhan ini cukup bagus. Namun tetap muncul indikasi perlambatan dari tahun ke tahun walaupun masih meningkat terlebih lagi akibat Covid-19.

Salah satu indikasi lain dari dampak Covid-19 adalah lonjakan restrukturisasi kredit di BRI pada Maret – April 2020.

Seiring melemahnya perekonomian akibat pandemic, banyak debitur yang menghadapi kesulitan membayar cicilan dan mengajukan relaksasi kredit.

Total restrukturisasi kredit BRI mencapai 100 T di akhir April 2020. Kurang lebih ada 11% dari total portofolio kredit, jumlah yang cukup signifikan.

Tingginya jumlah restrukturisasi seiring dengan pemerintah meluncurkan restruktur pinjaman KUR, sementara BRI adalah penyalur program KUR terbesar.

Untuk sementara waktu, restruktur akan memberikan nafas kepada debitur dan bagi bank tidak akan membebani NPL dan pencadangan.

2.ROE dan ROA

Saham BBRI

Apakah harga saham BBRI akan menguntungkan untuk pemegang saham dapat dilihat dari Return on Equity atau profit dibandingkan ekuitas yang berarti berapa persen bank bisa menghasilkan return / profit dibandingkan ekuitas yang pemegang saham tanamkan.

BRI memiliki ROE 19,95% di kuartal 1 2020 naik dari tahun sebelumnya di 17,86% menunjukkan efektivitas perusahaan dalam menggunakan modal pemegang saham.

Selain itu, ROA menurun ke 2,99% dari 3,28 setahun sebelumnya yang menunjukkan kenaikkan asset tidak diimbangi laju kenaikan profit, mungkin salah satunya karena profit yang stagnan akibat dampak pandemic.

Namun, analisa fundamental saham BBRI menunjukkan angka ROA 2% lebih tinggi diantara bank-bank sekelasnya di Indonesia.

Itulah sedikit analisa mengenai saham BBRI yang harus kalian tahu sebelum memutuskan untuk ikut berinvestasi ke dalamnya. Semoga bermanfaat.